9 Tips Mulai Bisnis Franchise Makanan, No. 5 Jangan Terlewat! – Doyan Ayam

9 Tips Mulai Bisnis Franchise Makanan, No. 5 Jangan Terlewat!

 

Di jaman sekarang, siapa tak kenal dengan sistem bisnis franchise? Sistem bisnis franchise ini menawarkan kemudahan, karena Anda tidak perlu lagi membangun branding produk dengan susah payah.

Apabila anda memiliki produk, dan tertarik untuk mengembangkan bisnis yg anda rintis ke seluruh penjuru Indonesia, pastikan Anda memperhatikan poin-poin berikut :

1. Konsep Bisnis

Konsep bisnis merupakan pondasi awal apabila Anda ingin memulai suatu usaha franchise. Konsep yang dimaksud antara lain seperti hak sewa, atau perpindahan hak tempat dan aset usaha. Sederhananya, apakah usaha yang akan kamu dirikan calon mitra harus membeli paket usaha secara lengkap misal berupa booth, bahan baku dan sebagainya, atau hanya sebatas menjual merk dagang.

2. Lakukan kajian kelayakan usaha

Memperhatikan perhitungan lamanya balik modal, terhitung sejak usaha mulai beroperasi .
Bisnis franchise yang kamu bangun dapat menarik minat calon mitra dilihat dari semakin pendeknya waktu pengembalian modal.
Produk yang diciptakan juga berpengaruh pada keberlangsungan bisnis anda di masa yang akan datang.
Oleh karena itu inovasi dan ide kreatif selalu diperlukan ketika berkecimpung di dunia bisnis.

3. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP)

SOP atau Standar Operasional Prosedur apalagi untuk usaha makanan atau minuman sangat berpengaruh.
SOP yang harus dibuat meliputi beberapa aspek, diantaranya penyimpanan bahan baku, tata cara menyajikan, penanganan konsumen, dan sebagainya.
Sehingga para mitra akan lebih dimudahkan dalam menjalankan kegiatan operasional usahanya.

4. Daftarkan merk/brand

Maraknya plagiasi terhadap suatu produk juga menyentuh ranah bisnis lho.
Agar bisnis usaha Anda tidak di-plagiat, Anda bisa mendaftarkan merk usaha Anda Ke Ditjen Kekayaan Intelektual (DJKI) demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan.

5. Menyusun Perjanjian Usaha Kemitraan Franchise

Untuk mengatur kesepakatan antara franchisor dan calon mitra, maka pada umumnya Anda harus ada perjanjian kerjasama.
Perjanjian tersebut nantinya bisa digunakan untuk memilah tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing pihak.
Poin dalam perjanjian nanti bisa merupakan tata cara pembayaran pembayaran paket usaha, berapa besar royalti, hingga hak dan kewajiban mitra usaha dan franchisor.
Poin-poin yang ada di dalamnya merupakan kesepakatan antara dua belah pihak sehingga diharapkan kerjasama yang nantinya terjalin tidak menyalahi perjanjian tersebut.

6. Membuat Tim Dukungan Manajemen yang Berkelanjutan

Agar usaha Anda makin berkembang maka Anda juga membutuhkan dukungan manajemen kepada para mitra seperti contohnya dari segi supply bahan baku, pemasaran online, foto produk dan sebagainya.

7. Mewujudkan Badan Usaha Berpayung Hukum

Karena bisnis memerlukan suatu badan berkekuatan hukum ketika diwaralabakan maka bisnis anda bisa wajib dibentuk dalam sebuah badan usaha atau badan hukum CV atau PT.
Menurut Pasal 7 PP No. 42 Tahun 2007, prospektus penawaran yang diajukan oleh pemberi waralaba setidaknya memuat:

  • Data identitas pemberi waralaba.
    Legalitas usaha pemberi waralaba.
    Sejarah kegiatan usahanya.
    Struktur organisasi pemberi waralaba.
    Laporan keuangan 2 tahun terakhir.
    Jumlah tempat usaha.
    Daftar penerima waralaba.
    Hak serta kewajiban pemberi waralaba dan penerima waralaba.

8. Pemasaran

Dalam suatu bisnis Anda juga membutuhkan pemasaran agar produk Anda dapat dikenal luas.
Tahap ini dilakukan setelah kamu menyelesaikan ketujuh tahap sebelumnya. Pemasaran yang dilakukan sekaligus launching produk bisa dilakukan secara online maupun offline atau bahkan keduanya.
Contohnya anda dapat melakukan pemasaran melalui media sosial atau membuat website yang diisi dengan konten promosi produk anda.
Anda harus menciptkan konten semenarik mungkin agar calon mitra atau pembeli dapat tertarik terhadap produk anda.

9. Monitoring untuk Meningkatkan Kualitas Usaha

Monitoring perlu dilakukan apalagi jika usaha kamu sudah mulai berjalan.
Tujuan monitoring dilakukan untuk memastikan apakah usaha franchise anda telah berjalan sesuai SOP atau tidak, sehingga dapat dilakukan penanganan apabila usaha anda mendapatkan kendala.
Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan bisa dengan cara menjalin komunikasi bersama para mitra dan memberikan masukan atas berbagai kendala yang mungkin saja terjadi selama menjalankan bisnis tersebut.

Nah, apakah anda berminat menjalakan bisnis franchise makanan?

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
×

Hello!

Klik salah satu marketing online kami dibawah ini untuk tersambung via whatsapp

× Hubungi Kami via Whatsapp