TikTok merupakan media sosial yang memiliki banyak pengguna aktif. Platform ini terbukti memiliki kelebihan untuk meningkatkan brand awareness dalam promosi bisnis Anda. Meskipun platform ini memiliki banyak kelebihan, bukan berarti media ini tidak memiliki kekurangan.
Anda juga harus mempertimbangkan kekurangan media ini sebelum memasarkan bisnis Anda ke platform ini. Berikut beberapa kekurangan TikTok yang harus Anda ketahui:
1. Kurang sesuai dengan audiens dewasa
Dalam laporan Monthly Active User (MAU) menyatakan bahwa TikTok memiliki pengguna aktif sebanyak 732 juta dengan rata-rata penggunanya berusia remaja hingga dewasa awal pada rentang waktu umur 16 – 24 tahun.
Konsep TikTok sebagai media sosial yang isi kontennya berbasis video singkat yang menghibur tentu saja menjadi popular di kalangan anak muda.
Jika target pasar atau audiens produk Anda adalah orang dewasa, Anda perlu memperhatikan kembali TikTok sebagai media digital marketing produk Anda.
Hal ini dikarenakan demografis pengguna pengguna TikTok di atas umur 30 tahun cenderung memiliki waktu yang terbatas untuk mengakses platform ini.
2. Algoritma TikTok sendiri
TikTok memang terbukti dapat meningkatkan brand awareness suatu produk. Namun, perlu Anda ketahui bahwa TikTok sulit untuk mengkonversikan brand awareness tersebut ke arah penjualan.
Hal tersebut dikarenakan TikTok belum memiliki fitur yang dapat menautkan link produk Anda ke situs penjualan secara langsung.
3. Analytics Perform yang sulit dilacak
Sistem analisis yang ada dalam aplikasi TikTok ini hanya tersedia selama jangka waktu 28 hari. Hal ini menandakan pabila Anda memanfaatkan TikTok sebagai sarana promosi, maka Anda harus melakukan pencatatan rutin dalam jangka waktu panjang.
History performance sangat penting untuk mengevaluasi suatu strategi pemasaran, dan TikTok belum bisa menyediakan itu untuk waktu yang panjang seperti google analystics.
4. Ditakutkan hanya sebagai tren sejenak
TikTok berkembang dengan cepat beberapa tahun terakhir, terutama disaat pandemi masuk di Indonesia yang membuat banyak daerah melakukan lockdown.
Banyak orang terpaksa hanya berdiam diri di rumah dan mencari kegiatan, sehingga TikTok kembali besar namanya dengan momentum tersebut.
Namun yang banyak dikhawatirkan ialah, apakah ini berupa trend saja? Karena beberapa aplikasi seperti snapchat menjadi bukti dari tidak kuatnya platform tersebut menghadapi trend sehingga tidak berumur panjang.














