Menjadi seorang pebisnis artinya Anda harus bijak-bijak mengatur keuangan pribadi dan keuangan bisnis agar tidak saling bercampur. Ini adalah hal yang sangat mengingat ketidakjelasan dalam pengaturan keduanya bisa menciptakan kekacauan di masa depan. Baik untuk kelangsungan bisnis, maupun kehidupan pribadi.
Maka dari itu, Mindo mau membagikan tips bijak untuk para pengusaha dalam mengatur keuangan pribadi. Simak, ya!
Mengapa Penting untuk Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis hal yang sangat penting bagi para pebisnis. Berikut ini adalah alasan penting kenapa Anda harus pandai-pandai mengatur keuangan pribadi dan memisahkannya dengan urusan bisnis:
- Mencerminkan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan. Dengan membedakan keduanya, kamu bisa menghindari tercampurnya transaksi bisnis dan pengeluaran pribadi.
- Meningkatkan efisiensi dalam manajemen finansial. Dengan mengetahui berapa banyak uang yang Anda gunakan untuk bisnis dan berapa yang dikeluarkan untuk biaya hidup, Anda bisa membuat perkiraan anggaran keuangan dengan lebih bijak untuk keduanya sekaligus menjaga stabilitas finansial dan memberikan pemahaman mendalam mengenai arus kas dan profitabilitas usaha.
- Melindungi diri dalam situasi darurat, misalnya ketika bisnis mengalami pailit. Dengan memisahkan aset pribadi dan aset bisnis, Anda bisa tetap melindungi harta benda pribadi.
Tips Mengelola Keuangan Pribadi
Mengetahui betapa pentingnya ini, maka penting bagi Anda untuk mengetahui tips mengelola keuangan pribadi ini. Manfaatnya bukan hanya untuk kehidupan pribadi Anda saja, tapi juga turut mendukung pertumbuhan bisnis.
1. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Salah satu keuntungan menjadi pengusaha adalah Anda tidak harus menunggu tanggal gajian untuk membeli sesuatu. Meski Anda “leluasa” melakukannya, sangat penting untuk membedakan mana kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan. Perlu Anda ingat, bahwa tidak semua keinginan harus selalu dituruti dan penting untuk mengontrol diri untuk cerdas finansial.
2. Membuat Rekening Terpisah
Selanjutnya, Anda harus membuat rekening terpisah untuk keperluan bisnis dan personal. Bahkan kalau perlu Anda bisa membuat satu rekening lagi khusus untuk tabungan dan investasi. Dengan begini, Anda lebih mudah melacak pemasukan dan pengeluaran untuk masing-masing pos.
3. Batasi Penggunaan Uang Tunai
Penggunaan uang tunai sulit dilacak penggunaannya. Oleh karena itu, batasi penggunaan uang tunai dan sebisa mungkin gunakan pembayaran cashless untuk bertransaksi. Dengan begitu, Anda lebih mudah memisahkan keuangan pribadi dan bisnis dan memiliki kontrol yang lebih efektif.
4. Susun Anggaran Keuangan
Selanjutnya, buatlah anggaran keuangan untuk keduanya dalam periode tertentu. Bisa mingguan, bulanan, atau triwulanan. Ini akan sangat membantu Anda mengontrol pengeluaran dan mencegah pengeluaran yang bersifat impulsif.
5. Bijak dalam Berutang
Ini tidak hanya saat Anda mengajukan utang usaha, KPR, atau kredit kendaraan. Tapi juga termasuk ketika Anda memutuskan memiliki kartu kredit atau memanfaatkan fitur paylater. Pastikan angsurannya adalah jumlah yang mampu Anda tanggung dan tidak sampai mengacaukan perencanaan keuangan Anda. Bahkan, sebisa mungkin hindari utang konsumtif dan hiduplah sesuai kemampuan.
6. Persiapkan Dana Darurat dan Dana Tabungan
Sebagai pengusaha, Anda pasti paham betul soal risiko bisnis. Naik turunnya penjualan pun bukan hal yang asing lagi. Oleh karena itu, penting untuk mengalokasikan sebagian pendapatan Anda untuk dana darurat, tabungan, dan investasi. Ini bisa menjadi “pegangan” saat kondisi bisnis sedang low.
7. Bikin Wishlist untuk Beberapa Periode
Wajar kalau Anda ingin memiliki properti sebagai bentuk hasil kerja keras Anda selama ini. Tapi bukan artinya Anda harus memiliki semuanya sekaligus. Buatlah daftar kenginan atau mimpi yang ingin Anda wujudkan, termasuk periode untuk mendapatkannya.
8. Miliki Bayangan Masa Depan
Memang tidak ada yang tahu ada apa di masa depan, tapi bukan berarti Anda tidak perlu membuat rencana. Selain untuk rencana pertumbuhan bisnis, ini juga berlaku untuk personal goals Anda. Dengan begitu, ini bisa memotivasi Anda untuk terus menjaga kesehatan keuangan dan tidak mudah-mudah membelanjakannya untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif dan impulsif.
9. Mulai Berinvestasi
Terakhir, mulailah berinvestasi. Di hari tua nanti, tidak akan ada orang yang memberikan uang pensiunan pada Anda. Syukurlah, Anda pun tidak memiliki batas masa kerja. Maka dari itu, mulailah kelola keuangan dan alokasikan sebagian dalam instrumen investasi yang sesuai. Kalau bukan ahlinya, Anda bisa mengonsultasikannya dengan pakar keuangan.
Salah satunya dengan membuka bisnis franchise yang produknya banyak digemari dan tidak lekang oleh waktu. Apalagi kalau bukan ayam gepreknya Doyan Ayam. Selain biaya awalnya yang cukup terjangkau, Anda juga bakal mendapatkan dukungan kontinu sekaligus diskon ongkir seumur hidup! Yuk, cek penawarannya di sini atau langsung kirim WhatsApp ke Mindo di nomor 0838-3106-5888.
Sekian informasi dan tips mengatur keuangan pribadi dari Mindo dan semoga bermanfaat!
Baca Juga:
Tips Mengelola Keuangan Usaha Agar Bisnis Makin Cuan!
Mengenal dan Memahami Rumus Laba Rugi: Dasar Penting dalam Analisis Keuangan












