Franchise menjadi salah satu model bisnis yang paling populer dan efektif untuk ekspansi brand. Tak cuma itu, model bisnis ini bisa membantu Anda membangun basis pelanggan yang lebih luas dan kuat. Namun, perlu Anda ketahui bahwa membangun brand franchise bukan tugas mudah. Di artikel ini, kami akan membagikan tips membangun brand franchise. Yuk, simak tiap tahapannya!
Model Bisnis Franchise
Waralaba adalah model bisnis sekaligus strategi untuk memperluas jangkauan pasar dengan cara memberikan izin kepada franchisee untuk menjual produk dan layanan merek Anda. Bisa dibilang ini adalah “usaha patungan” antara pemilik waralaba (franchisor) dan penerima waralaba (franchisee).
Hubungan keduanya bersifat mutualisme. Franchisee mendapat keuntungan dari nama besar dan sistem yang sudah mapan, sementara franchisor bisa mengembangkan bisnis dengan lebih cepat dan menciptakan kehadiran merek secara luas.
Namun, sebelum mencapai manfaat-manfaat itu, brand franchise harus terlebih dahulu sukses dan dikenal. Maka dari itu, Anda perlu tahu bagaimana tips membangun brand franchise yang kuat dan mendominasi.
Tips Membangun Brand Franchise
1. Identifikasi Pernyataan Misi dengan Jelas
Tahap ini membantu Anda menetapkan tujuan, sasaran, dan aktivitas-aktivitas bisnis yang mampu mendorong Anda membuat keputusan-keputusan untuk menciptakan kesuksesan merek, sekaligus membuatnya lebih menonjol dari merek pesaing.
2. Bangun Core Value
Core value akan memandu dan menginspirasi setiap perilaku, keputusan, dan tindakan setiap orang di organisasi Anda. Nilai-nilai ini juga berfungsi sebagai budaya yang membentuk orang-orang di dalamnya.
3. Identifikasi Target Pelanggan Anda
Setelah memperkuat internal bisnis, Anda bisa melangkah ke luar. Untuk menciptakan merek yang berkesan bagi audiens, Anda perlu mengidentifikasi pelanggan dengan tepat.
Kenali perilaku, keinginan, dan kebutuhan khusus yang bisa Anda penuhi melalui merek Anda. Ini sangat membantu Anda melakukan upaya-upaya pemasaran yang sinkron dan terhubung dengan pelanggan potensial Anda.
4. Pahami Identitas Merek dengan jelas

Kemudian, jelaskan identitas merek Anda dengan jelas. Ini lebih dari sekedar logo — walaupun ini salah satunya.
Namun, pada prinsipnya, identitas merek adalah segala sesuatu yang membentuk merek Anda dan membuatnya mudah dikenali. Jadi pastikan merek Anda lebih menonjol dari milik pesaing.
5. Buat Logo, Merek Dagang, dan Slogan
Meski tampak seperti “pekerjaan seni”, membuat logo, merek dagang, dan slogan lebih dari itu. Anda harus menguasai ilmu-ilmu pendukungnya, baik itu psikologi konsumen, experiential marketing, maupun disiplin ilmu lainnya.
Untuk ini, percayakan pada ahlinya dan Anda harus siap mengeluarkan biaya ekstra untuk ini. Selanjutnya, daftarkan hak cipta merek dagang Anda untuk melindunginya secara hukum.
6. Buat Pedoman Merek
Demi menjaga konsistensi dan identitas merek di seluruh jaringan waralaba, buatlah pedoman merek untuk memperkuat identitas merek Anda.
Pedoman ini mencakup aturan-aturan soal penggunaan logo, pustaka font, kombinasi warna, nada, dan citra merek itu sendiri. Ini supaya setiap franchisee mampu mengadaptasi pencitraan merek sesuai guideline di semua saluran komunikasi pemasaran, penjualan, produk, dan layanan pelanggan.
7. Pastikan Konsistensi Merek di Semua Saluran
Kehadiran merek yang kuat berasal dari konsistensi di semua saluran visual. Baik itu website, media sosial, etalase toko, seragam, kemasan, kendaraan, hingga papan nama.
Namun, pencitraan merek tidak boleh hanya bersifat eksternal. Ini juga harus berlaku di seluruh saluran komunikasi internal. Contohnya, tanda tangan email, materi presentasi, surat dan dokumen resmi perusahaan, hingga proposal kerjasama.
8. Persiapkan Para Franchisee
Sebagai perpanjangan tangan Anda di lapangan, materi-materi branding sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, juga harus diikuti dan dipatuhi oleh franchisee Anda di mana pun mereka beroperasi.
Baik itu untuk mengaktivasi media sosialnya, membuat pamflet, atau ketika menjadi sponsor acara. Jangan biarkan mereka menggunakan “gayanya sendiri”. Itu kenapa Anda perlu membuat pedoman merek sehingga mereka bisa menggunakan template, konten, dan gaya yang sesuai dengan identitas merek waralaba. Selanjutnya, pantau kepatuhan franchisee dalam menerapkannya.
9. Integrasikan Seluruh Aktivitas Pemaasaran
Memang sekarang eranya digital, tapi Anda tetap bisa mengombinasikan saluran digital dan konvensional sebagai media periklanan.
Ini mencakup berbagai saluran, mulai dari optimasi website dengan SEO, aktivasi media sosial, kampanye digital, iklan digital, hingga memanfaatkan media lokal seperti papan reklame, radio, televisi, dan surat kabar lokal.
Lagi-lagi, pastikan semua meteri iklan dibuat sesuai panduan merek sehingga bisa menciptakan nuansa merek yang terpadu.
10. Ciptakan Komunitas Merek
Tips membangun brand franchise yang terakhir adalah dengan mabangun komunitas merek. Ini bisa melibatkan pelanggan, brand ambassador, maupun influencer.
Kalau Anda kesulitan untuk membayangkannya, coba pikirkan komunitas Vespa atau Harley Davidson — di mana brand ini berhasil menyatukan orang-orang yang berpikiran sama. Ini pun bisa Anda manfaatkan untuk membangun brand franchise yang kuat.
Ingat, dalam dunia waralaba, merek adalah aset terbesar. Maka dari itu, melindungi, membangun, dan menjaga integritasnya selalu diperlukan. Meskipun ini merupakan komitmen jangka panjang, hal itu sepadan dengan waktu dan usaha yang dikeluarkan.
Seperti Doyan Ayam yang terus bekerja keras untuk memperkuat dan memperluas brand hingga ke seluruh pelosok negeri bahkan sampai ke Malaysia. Kalau Anda berminat menjadi bagian dari kami, pelajari informasi waralabanya di sini atau langsung ngobrol-ngobrol dengan tim waralaba kami di nomor WhatsApp 0838-3106-5888.














