Tidak semua orang berani melangkah keluar dari zona nyamannya. Tapi itulah yang dilakukan Bu Resmianti, seorang guru di salah satu sekolah di Pallatae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dari keseharian sebagai tenaga pendidik, kini beliau merintis bisnis kuliner dengan membuka outlet Doyan Ayam Pallatae – Bone.
Awalnya Hanya Konsumen Setia Doyan Ayam
Bu Resmianti bukanlah orang yang tiba-tiba memutuskan untuk menjadi pebisnis. Semuanya berawal dari satu hal sederhana: rasa suka terhadap produk Doyan Ayam.
Sebagai pelanggan setia, Bu Resmianti kerap membeli berbagai menu dari Doyan Ayam. Cita rasa ayamnya yang gurih dan crispy, ditambah saus khas yang menggugah selera, membuat beliau selalu kembali lagi dan lagi. Dari pengalaman itu, muncul pertanyaan dalam dirinya: “Kenapa nggak sekalian buka sendiri saja?”
Keputusan Bu Resmianti untuk membuka Doyan Ayam Pallatae – Bone semakin mantap saat melihat langsung keberhasilan tantenya, yang lebih dulu menjadi mitra Doyan Ayam dan sukses menjalankan usahanya. Inspirasi dari keluarga membuat beliau yakin bahwa peluang ini layak dicoba, meskipun belum pernah memiliki pengalaman bisnis sekalipun.
Belum Pernah Bisnis, Tapi Yakin Karena Ada Dukungan
Salah satu tantangan terbesar bagi calon pebisnis pemula adalah minimnya pengalaman. Bu Resmianti juga merasakan hal yang sama. Namun, rasa ragu itu perlahan hilang karena satu hal yang membuat beliau tenang: dukungan dari tim pusat Doyan Ayam sangat lengkap dan menyeluruh.
“Setelah kita bayar (franchise), mereka nggak lepas tangan,” ujar Bu Resmianti.
Apa yang disampaikan Bu Resmianti bukan sekadar slogan. Tim pusat Doyan Ayam memberikan pendampingan dari awal hingga outlet siap beroperasi. Mulai dari pengurusan administrasi, pengadaan bahan baku, strategi pemasaran, desain outlet, hingga bimbingan langsung oleh tim trainer saat persiapan grand opening—semuanya diberikan secara sistematis dan profesional.
Inilah yang menjadi pembeda Doyan Ayam dengan banyak bisnis kuliner lainnya. Para mitra, seperti Bu Resmianti, tidak dibiarkan berjalan sendiri. Sebaliknya, mereka dituntun langkah demi langkah agar outlet bisa sukses sejak hari pertama dibuka.
Grand Opening Doyan Ayam Pallatae – Bone Diserbu Pembeli
Setelah melalui berbagai proses persiapan, akhirnya hari grand opening Doyan Ayam Pallatae – Bone tiba. Sebelumnya, Bu Resmianti sempat mengadakan soft opening untuk menguji kesiapan tim dan operasional. Hasilnya cukup menjanjikan.
Namun yang terjadi saat grand opening benar-benar melebihi ekspektasi. Antusiasme masyarakat Pallatae sangat tinggi. Banyak pelanggan datang berbondong-bondong untuk mencicipi menu khas Doyan Ayam. Promo spesial Buy 1 Get 1 yang diadakan saat grand opening pun menjadi daya tarik utama.
Dalam sehari, produk Doyan Ayam ludes diborong pembeli. Ini menjadi bukti nyata bahwa peluang bisnis kuliner, terutama di sektor ayam goreng berbumbu khas seperti Doyan Ayam, masih sangat besar—bahkan di daerah seperti Pallatae, Bone.
Harapan Bu Resmianti
Dalam wawancara singkat, Bu Resmianti menyampaikan harapan besarnya: agar outlet Doyan Ayam Pallatae – Bone dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat. Tidak hanya itu, beliau juga bercita-cita membuka cabang kedua di masa depan, ketika modal dan kesiapan sudah cukup.
Brand kuliner ini tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tapi juga sistem franchise yang rapi dan siap membimbing mitranya dari nol. Jika Anda adalah seorang profesional, guru, pensiunan, atau siapa pun yang ingin punya usaha sendiri tanpa harus memulai dari awal, maka membuka Doyan Ayam bisa menjadi langkah pertama yang tepat.















