IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif sering menjadi motivasi utama mahasiswa saat kuliah.
Tidak jarang dari mereka yang fokus belajar agar bisa lulus dengan IPK cumlaude.
Saat ini banyak sekali opini tentang IPK khususnya dari kamu yang mau atau baru saja lulus.
Ada sebagian orang bilang IPK itu cuma sekedar formalitas.
Sebagian lagi berpendapat kalau IPK itu penting untuk menunjang karier seseorang.
Dimana semakin tinggi IPK, semakin sukses karier kita.
Namun ada hal lain selain IPK yang bisa menjadi modal awal untuk meraih kesuksesan.
Yuk kita simak bersama pembahasan di bawah ini, let’s check this out!
- Pengalaman Organisasi
Organisasi itu penting adanya.
Pengalaman yang didapat sebenarnya akan mengeluarkan bakat dan potensi serta mengasah kemampuan kita sejak dini.
Kalian bisa mengikuti organisasi kemahasiswaan seperti himpunan mahasiswa, koperasi mahasiswa, senat mahasiswa dan masih banyak lagi.
Di organisasi – organisasi tersebut apalagi kita bakalan ketemu banyak orang dengan karakter yang berbeda – beda, lalu harus bekerja bersama mereka.
Disitulah tantangannya.
Dalam kegiatan organisasi, secara langsung kamu akan dituntut agar tidak egois, dan saling bantu antar rekan organisasi.
Selain itu, jiwa kepemimpinan kita juga akan terasah disana.
Soft skill inilah yang akan sangat menunjang kesuksesan karier kita.
- EQ, IQ, dan SQ yang Berimbang
Jangan sampai kita dikatakan individualis karena hanya fokus pada kesuksesan akademik.
Tapi, jangan sampai terlalu fokus buat mengembangkan networking juga.
Akademik dan kemampuan mengontrol diri itu jadi syarat penting kesuksesan dalam berkarier.
Coba bayangkan, kalo kita pinter banget dan punya IPK cumlaude tapi ga punya banyak kenalan, ga tahu gimana caranya berkomunikasi dan berinteraksi sama orang lain.
Ketemu orang baru lantas bingung mau ngomong apa, tentu karier kita bisa terhambat.
Saat kita kerja, kita itu tidak sendirian.
Tentu kita akan berinteraksi dengan orang lain.
Apalagi kalau kamu pintar tapi kamu tidak mau berbagi dengan orang lain, terlihat sombong.
Padahal belum tentu seperti itu, mungkin kamu hanya kurang pintar bergaul, belum lagi jika kamu punya citra buruk, orang lain pasti malas untuk kerja bareng kamu.
Maka dari itu EQ, IQ dan SQ harus seimbang.
- Memiliki Pengalaman KKN, Kerja Praktek atau Magang
Biasanya KKN, KP atau magang akan banyak dilakukan yg berhubungan dengan jurusan kuliah kita.
Ini akan berguna sebagai modal awal ketika melamar pekerjaan.
Memiliki pengalaman kerja walaupun dalam bentuk magang akan memberikan kesempatan kepada kita untuk mempraktekkan kemampuan teknis kita sesuai dengan jurusan kita.
Misalnya kita jurusan marketing, dengan kita magang di bagian marketing.
Atau kita jurusan akuntansi lantas punya pengalaman magang dibidang akuntansi akan membuat kita menjadi lebih mengerti tugas kita nantinya di spesifik bidang tersebut.
Jika kita berprestasi dengan baik sewaktu magang, maka mentor atau atasan kita ketika magang bisa kita jadikan referensi di curriculum vitae (CV) kita.
Hal ini akan sangat berguna ketika tes masuk pekerjaan uda hampir di tahap akhir.
Referensi akan dipakai untuk cek latar belakang apakah informasi yg diberikan agan ketika tes dan interview benar adanya atau tidak.














