Customer acquisition bukan hanya soal bagaimana mendapatkan pelanggan baru, tapi juga bagaimana menciptakan pengalaman pelanggan dan memilih cara yang tepat. Di artikel ini, Mindo akan membagikan informasi menarik tentang customer acquisition, mulai dari pengertian, tahapan, kenapa ini penting, hingga tips suksesnya. Yuk, simak!
Apa Itu Customer Acquisition?

Customer acquisition merujuk pada upaya-upaya yang dilakukan oleh sebuah bisnis untuk mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan baru. Ini tercapai ketika ada pelanggan membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan untuk pertama kalinya—atau mulai berlangganan.
Tahapan Customer Acquisition
Untuk mendapatkan pelanggan baru, ada 5 tahapan customer acquisition yang harus Anda pahami sebagai pebisnis. Dengan begitu, Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk membersamai pelanggan di setiap tahapnya.
1. Kesadaran (Awareness)
Ini adalah kali pertama calon pelanggan menyadari merek dan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Misalnya dengan melihatnya di iklan atau mendengarnya dari mulut ke mulut.
2. Minat (Interest)
Di tahap ini mereka mulai mencari informasi lebih lanjut tentang bisnis Anda. Ini bisa terjadi ketika mereka merasa tertarik atau menunjukkan minat untuk membeli. Maka, mereka akan mencarinya di media sosial, mesin pencari, atau langsung menuju official website Anda.
3. Pertimbangan (Consideration)
Jika mereka menemukan bahwa produk atau layanan yang Anda tawarkan bisa memberikan solusi, mereka akan mulai mempertimbangkan produk Anda. Misalnya dengan mulai mengikuti akun Instagram, berlangganan newsletter, atau mendaftar untuk uji coba gratis.
4. Niat (Intent)
Setelah melalui tahap pertimbangan, calon pelanggan potensial Anda mulai menunjukkan niat untuk membeli. Salah satu tandanya adalah menambahkan produk ke dalam keranjang belanjaan mereka—tapi belum tentu akan dilanjutkan.
5. Pembelian (Purchase)
Nah, baru di tahap ini terjadi konversi, yakni ketika seseorang akhirnya memutuskan membeli produk atau layanan Anda dan menjadi pelanggan.
Mengapa Customer Acquisition Penting?

Meski riset telah menunjukkan bahwa menarik pelanggan baru jauh lebih mahal ketimbang mempertahankan existing customer, tetap saja bisnis harus terus menggaet pelanggan baru secara berkelanjutan. Alasannya, yaitu untuk:
- Mengembangkan bisnis dengan memperluas basis pelanggan dan meningkatkan kesadaran merek.
- Mendapatkan lebih banyak pendapatan untuk menutupi biaya-biaya.
- Menunjukkan pada investor, mitra, maupun publik bahwa merek Anda menawarkan produk-produk yang menarik.
5 Tips Melakukan Customer Acquisition untuk Mengembangkan Bisnis
Strategi customer acquisition hendaknya menjadi langkah yang berkelanjutan sehingga Anda bisa mengembangkan bisnis dan mendatangkan pelanggan yang lebih banyak. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
- Memahami basis pelanggan, baik yang sudah ada maupun yang masih menjadi target. Dengan begitu Anda bisa memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku pembeliannya.
- Menciptakan strategi akuisisi pelanggan yang jelas untuk menemukan, menarik, melibatkan, dan mengonversi prospek.
- Menjalin komunikasi dengan pelanggan dan menanganggapi umpan balik yang mereka berikan.
- Manfaatkan tools, seperti Customer Relationship Management (RTM) untuk mempelajari karakteristik pelanggan sekaligus menganalisis rasio konversi, hingga memperbaiki strategi untuk meningkatkan skalabilitas bisnis.
- Mengevaluasi hasil secara berkala dan melacak biaya terkait untuk memastikan ada peningkatan berkelanjutan.
Itulah informasi seputar customer acquisition, semoga membantu Anda ya! Sama seperti Mindo yang selalu siap membantu Anda untuk menjawab segala pertanyaan seputar peluang waralaba di Doyan Ayam. Yuk, pelajari paket waralabanya di sini atau hubungi kami nomor WhatsApp 0838-3106-5888.














