Master franchise adalah salah satu strategi penawaran waralaba (franchise) yang biasa digunakan. Untuk memahami apa itu master franchise dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya, simak artikel ini sampai tuntas, ya!
Strategi Penawaran Franchise
Sebelum mengenal apa itu master franchise, pahami dulu 3 jenis strategi penawaran waralaba berikut ini.
1. Single Unit Franchise
Single Unit Franchise (SUF) adalah penawaran waralaba dimana franchisor hanya memberi hak pada franchisee untuk memiliki satu outlet saja. Kalau franchisee ingin membuka outlet kedua dan selanjutnya, maka franchisee harus menandatangani perjanjian waralaba yang baru lagi.
2. Multi Unit Franchise
Multi Unit Franchise (MUF) juga dikenal dengan sebutan Area Developer. Ini adalah penawaran waralaba dimana franchisor memberi hak pada franchisee untuk memiliki sejumlah outlet dalam jumlah yang sudah ditentukan. Dalam hal ini, franchisee harus memenuhi jumlah outlet tersebut dalam batas waktu tertentu sesuai yang telah disepakati.
Untuk mengejar target jumlah outlet (target development) dalam jangka waktu tersebut, MUF tidak memiliki hak subfranchising. Namun, mereka boleh mengembangkan kerja sama dengan pihak lain dalam bentuk “sewa imbal hasil”.
3. Master Franchise
Mirip dengan MUF, master franchise juga memiliki hak untuk membuka sejumlah outlet dalam wilayah/negara tertentu. Bedanya, master franchise memiliki hak subfranchising yang memungkinkannya menunjuk pihak lain sebagai pemilik unit bisnis.
Dalam konteks bisnis, master franchise disebut sebagai perpanjangan tangan franchisor dalam wilayah/negara tertentu karena mereka bertanggung jawab dalam menawarkan dan/atau menjalankan merek franchise di wilayah tersebut. Dalam istilah lainnya, master franchisee sering disebut sebagai mini-franchisor.
Apa Itu Master Franchise?
Dari penjelasan sebelumnya, bisa memahami bahwa penawaran master franchise bukan untuk “sembarang orang”, apalagi untuk pemula. Alasannya karena selain membutuhkan modal yang besar, pemegang master franchise juga bertanggung jawab untuk memperkenalkan merek franchise tersebut ke negara atau wilayahnya.
Maka dari itu, master franchisee harus memiliki sistem manajerial yang sudah established dan tidak boleh asal dalam menyeleksi calon franchisee (subfranchisee) untuk memastikan kelancaran bisnis dalam wilayah tersebut.
Lagipula, keputusan strategi master franchising harus dibuat dengan pertimbangan yang sangat matang dan teliti. Itu karena margin keuntungan yang semula hanya dibagikan untuk franchisor dan franchisee, kini harus dibagi kepada 3 pihak, yaitu franchisor, master franchisee, dan subfranchisee.
Nah, selain seperti yang telah dijelaskan, strategi master franchising juga bisa dilakukan dalam bentuk yang lain. Berikut uraiannya.
1. Area Franchise
Strategi ini umumnya diterapkan di negara-negara yang sangat luas seperti Amerika Serikat dan China, dengan membaginya menjadi area yang lebih kecil.
Kalau tidak ada master franchisee di antara area franchisee dan franchisor, maka perlakuan terhadap area franchisee dianggap sama dengan master franchisee. Dimana labanya hanya dibagi untuk 3 pihak, yakni franchisor, area franchisee, dan subfranchisee.
Namun, kalau ada master franchisee di tengah-tengah keduanya, maka tingkat laba bisnis harus dibagi untuk 4 pihak, yaitu franchisor, master franchisee, area franchisee, dan subfranchisee.
2. Multi-Country Master Franchise
Kalau area franchise membagi satu wilayah menjadi beberapa area, sebaliknya multi-country master franchising menggabungkan beberapa wilayah atau negara sekaligus. Contohnya wilayah waralaba yang terdiri dari negara Singapura, Malaysia, dan Indonesia sebagai satu kesatuan.
Dalam istilah lain, strategi ini juga bisa disebut sebagai regional master franchise.
Keuntungan Strategi Master Franchise
Untuk Franchisor
- Peningkatan pendapatan dari penjualan waralaba dan biaya berkelanjutan
- Memungkinkan bisnis berkembang dengan lebih cepat di berbagai wilayah/negara
- Lebih efisien karena tidak perlu mengeluarkan sumber daya yang besar untuk pengembangan dan riset pasar sebelum memasuki wilayah/negara baru
- Meningkatkan basis pelanggan dan nilai merek secara keseluruhan
Untuk Master Franchisee
- Mewarisi ekuitas merek yang telah terbukti memiliki rekam jejak keberhasilan
- Tidak perlu menghadapi persaingan yang ketat sehingga berpotensi melakukan ekspansi yang lebih luas
- Mendapat ekstra dukungan dan perhatian dari hubungan langsung dengan franchisor
Kenapa Master Franchise Dibutuhkan?
Sampai sini, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa ada franchisor yang menggunakan strategi master franchising alih-alih SUF saja. Inilah beberapa alasannya:
- Master franchising memungkinkan bisnis waralaba tumbuh lebih cepat dan berekspansi ke pasar yang lebih luas
- Master franchising memungkinkan aktivitas operasional menjadi lebih ramping, lebih efisien secara biaya, dan melibatkan lebih sedikit orang sehingga lebih mudah dalam pengaturannya
- Master franchisee bertanggung jawab dalam fungsi pelatihan dan dukungan terhadap subfranchisee sehingga franchisor tidak perlu “repot-repot” melakukannya
- Master franchisee memiliki local knowledge dan local wisdom yang lebih baik dibanding franchisor sehingga mereka lebih mampu mengatasi “keterbatasan”, baik dalam urusan taste, regulasi, bahasa, mata uang, sampai zona waktu yang berbeda.
Sekian penjelasan mengenai master franchising dari Doyan Ayam. Selain menawarkan paket mitra biasa, Doyan Ayam juga membuka peluang master franchise bagi Anda yang berminat. Untuk mempelajari penawarannya, Anda bisa klik di sini atau hubungi kami di nomor WhatsApp 0838-3106-5888.
Baca juga:
Belajar Bisnis Franchise: Tips Sukses sebagai Franchisor dan Franchisee
Bisnis Franchise: Regulasi, Terminologi, dan Mekanismenya
Cara Memilih Franchise yang Tepat untuk Pemula, Anda Harus Baca!












