Anda yang sekarang ini bekerja dengan milenial dan gen Z, pasti sudah tak asing lagi dengan istilah work life balance. Istilah ini sering mereka gunakan untuk menjaga batasan antara kehidupan profesional dan personalnya. Pasalnya, baik pekerjaan maupun kehidupan pribadi sebenarnya sama pentingnya. Nah, bagi para pemilik usaha tak ada salahnya kalau Anda mempertimbangkan hal ini demi mendorong produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan Anda. Yuk, cari tahu caranya!
Apa Itu Work Life Balance?
Work life balance adalah kondisi di mana sesorang mampu mengatur dan membagi waktu untuk urusan pekerjaan dan kehidupan pribadinya secara proporsional. Kondisi ini mendorong siapapun untuk mengelola konflik antara kehidupan personal dan profesionalnya.
Bagaimanapun, di luar pekerjaannya karyawan Anda adalah individu yang memiliki kebutuhan pribadi, seperti membangun hubungan, aktivitas rekreasi, dan kehidupan keluarga.
Pentingnya Work Life Balance bagi Karyawan
Anda mungkin berpikir bahwa karyawan yang 100% all in akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan. Padahal, mereka adalah manusia biasa—bukan robot. Untuk itu, mendorong mereka untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaannya sangatlah penting. Berikut beberapa alasannya.
1. Meningkatkan Produktivitas dan Performa Karyawan
Melansir laman The Happiness Index, work life balance efektif meningkatkan performance. Karyawan dengan kondisi yang sehat dan bahagia akan menunjukkan produktivitas, kreativitas, dan fokus yang lebih baik.
Bahkan dengan bekal tersebut, inovasi-inovasi baru bisa terus bermunculan. Pada gilirannya, ini bisa mendorong kinerja perusahaan.
2. Mengurangi Risiko Stres dan Burnout
Kemudian, work life balance juga efektif mengurangi perasaan jenuh dan lelah sehingga karyawan lebih mampu mengelola stres dengan lebih baik. Hal ini bisa mencegah mereka mengalami burnout alias stres kronis karena karyawan merasa lelah baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Dan seperti yang Anda tahu, mereka yang mengembangkan emosi positif juga akan memancarkan energi positif sehingga secara tidak langsung hal ini bisa mendorong perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
3. Meningkatkan Kualitas Hubungan Pribadi
Bayangkan kalau karyawan Anda harus lembur setiap hari, pergi pagi, pulang malam, belum lagi kalau terjebak macet. Lalu kapan dong waktu untuk keluarga atau pasangan?
Nah, dengan mendorong mereka untuk menyeimbangkan kehidupannya, secara tidak langsung Anda bisa membantu karyawan Anda meningkatkan kualitas hubungan pribadinya. Mereka punya waktu untuk bersosialisasi dengan orang-orang tersayang dan kembali mengisi ulang tangki energinya.
4. Menjaga Kesehatan Fisik dan Kesejahteraan Mental
Memiliki kehidupan kerja dan kehidupan pribadi yang seimbang memungkinkan karyawan memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat. Baik secara fisik maupun mental.
Selain bisa menyelesaikan pekerjaannya, mereka masih punya waktu untuk berolahraga, melakoni hobinya, maupun berkumpul dengan keluarga. Intinya mereka punya cukup waktu untuk melakukan hal menyenangkan di luar pekerjaannya sehingga mereka lebih bahagia dan sehat.
5. Meningkatkan Kualitas Hidup
Terakhir, work life balance bisa meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Selain mengembangkan kepuasan kerja, hal ini bisa mendukungmu mendapatkan kehidupan pribadi yang lebih proper.
Bagaimana Cara Menciptakan Work Life Balance?
Nah, setelah menyadari betapa pentingnya hal ini sebagai pimpinan perusahaan, Anda harus tahu cara-cara efektif untuk menciptakannya. Tanpa perlu “mengorbankan” perusahaan Anda. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba.
1. Membuat Jadwal Kerja yang Realistis
Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menetapkan jadwal kerja yang realistis. Pastikan tim Anda bisa menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan baik tanpa harus “merebut” jatah waktu untuk mengurus kehidupan pribadinya.
2. Memberi Keleluasaan untuk Menyelesaikan Pekerjaannya
Selanjutnya, berikan keleluasaan bagi karyawan untuk menentukan bagaimana mereka akan mengerjakan pekerjaannya. Barangkali sesekali mereka perlu bekerja dari cafe alias WFC untuk mendapatkan inspirasi baru atau harus “sendirian” saat harus menyelesaikan tugas serius. Selagi tidak menciptakan kerugian apapun, dukung mereka tapi tetap pastikan hasil pekerjaan yang mereka deliver sesuai dengan KPI dan kebutuhan saat itu.
3. Menghargai Kehidupan Pribadi Karyawan
Budaya work life balance hanya bisa terwujud kalau pimpinan perusahaan mampu menghargai kehidupan pribadi karyawan dan batasan-batasan yang mereka miliki. Misalnya tidak meminta mereka menyelesaikan pekerjaan tertentu saat sedang cuti atau menanyakan masalah pekerjaan di luar jam kerja.
4. Mendorong Karyawan untuk Mengatur Waktu dan Diri
Nah, supaya karyawan bisa mendapatkan keseimbangan hidupnya, Anda juga perlu mendorong mereka untuk benar-benar mewujudkannya secara proporsional. Jangan sampai alasan mental health digunakan sebagai dalih untuk meminta haknya padahal pekerjaan mereka nggak beres. Sebagai atasannya, Anda perlu mendorong mereka untuk mampu meregulasi dirinya, bersikap kooperatif dengan perusahaan, dan mengatur waktu kerja dengan sebaik-baiknya sehingga tidak ada satu pihak pun yang dirugikan.
Caranya bisa dengan menggunakan agenda, menetapkan deadline yang wajar, dan mengerjakan sesuai prioritas sehingga mereka tidak perlu membawa pekerjaannya ke rumah.
5. Delegasikan Pekerjaan dengan Efektif
Terakhir, delegasikan setiap pekerjaan dengan efektif. Jangan memberi karyawan pekerjaan tambahan padahal jam pulang kantor sudah dekat atau tiba-tiba meminta mereka menemui klien saat weekend.
Begitu pula dengan load pekerjaan. Pastikan beban pekerjaan bisa terdistribusi secara merata sesuai dengan porsinya masing-masing. Jangan sampai salah satu tim Anda merasa over stress sementara lainnya under stress karena pembagian beban kerja yang tidak sesuai.
Nah, itu tadi adalah informasi yang perlu Anda pahami mengenai work life balance. Kalau budaya ini sudah terbentuk, maka Anda pasti bisa merasakan bahwa produktivitas kerja karyawan Anda semakin meningkat. Prinsip ini juga kami bangun di Doyan Ayam sehingga tim kami selalu siap dan tangkas mendukung semua mitra kerja kami di seluruh Indonesia.
Yuk, bergabung sebagai mitra Doyan Ayam dan dapatkan dukungan yang tidak akan Anda dapatkan di franchise lain. Klik di sini untuk dapatkan informasi selengkapnya!
Baca juga:
Resiliensi: Pengertian dan Cara Menumbuhkannya
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif: Kunci Sukses Bisnis Masa Kini!
Meningkatkan Produktivitas dengan Bonding Karyawan: Strategi yang Efektif di Lingkungan Kerja











