Resiliensi adalah bagaimana cara seseorang menghadapi tantangan dan mengubahnya menjadi sebuah kesempatan untuk lebih maju. Sikap ini adalah satu yang harus dimiliki setiap pebisnis. Dengan resiliensi, bukan artinya Anda menghindari atau bahkan menolak masalah.
Justru dengan menjadi resilien, Anda berusaha menerima dan menghadapinya sebagai pelajaran dan pengalaman. Dengan begitu, kapasitas Anda untuk merespon masalah akan semakin baik dari waktu ke waktu. Nah, untuk membangunnya, simak tips berikut ini, yuk!
Apa Itu Resiliensi?
Pada prinsipnya, resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit, bertahan, dan menjadi lebih kuat serta bijaksana setelah setelah dicoba dengan berbagai masalah. Proses ini melibatkan optimisme, regulasi emosi, sekaligus kemampuan memecahkan masalah secara positif.
Itu kenapa resiliensi bukan tentang menyangkal apalagi menghindari emosi negatif. Sebaliknya, resiliensi adalah proses untuk menerima seluruh emosi tersebut sambil memelihara optimisme dan harapan untuk menjadi lebih baik.
Tips Membangun Resiliensi dengan 7C
Untuk membangun resiliensi dalam berbisnis, ada tips yang akan Mindo bagikan untuk Anda semua. Berikut adalah uraiannya!
1. Competence: Membangun Dasar Keterampilan yang Kuat
Ketahanan dimulai dengan mengembangkan dasar keterampilan yang kuat sehingga memungkinkan Anda untuk lebih siap menghadapi segala tantangan bisnis di depan sana.
Dengan memilikinya, Anda akan terus belajar dan mengembangkan growth mindset, serta memanfaatkan segala peluang yang ada untuk mengembangkan bisnis maupun diri sendiri (personal growth). Tak cuma itu, Anda bakal memiliki bounce back ability yang luar biasa
sebagai bonusnya.
2. Confidence: Merawat Keyakinan Diri
Keyakinan pada diri sendiri dan percaya bahwa Anda bisa melewati setiap masalah adalah bahan bakar untuk mencapai resiliensi. Dengannya, Anda membangun kekuatan untuk bertahan.
Anda mengakui baik pencapaian maupun kegagalan, serta merayakan kemenangan-kemenangan kecil sehingga membentuk citra diri yang positif. Akibatnya, Anda akan menjadi pohon yang tidak akan mudah tumbang hanya karena angin kecil.
3. Connection: Memanfaatkan Kekuatan Jaringan
Menjadi resilien adalah juga tentang menerima segala kekurangan dan keterbatasan yang kita miliki. Dengan begitu, Anda akan menyadari bahwa sebagai manusia, Anda membutuhkan orang lain.
Mengelilingi diri keluarga, teman, dan kolega bisnis yang suportif akan sangat membantu Anda menjaga semangat dan kembali bangkit setelah menghadapi hari-hari yang sulit. Mereka tidak hanya menawarkan dukungan emosional, tapi juga beragam sudut pandang yang membuatmu survived.
4. Character: Mengembangkan Nilai Diri dan Integritas
Karakter yang Anda miliki adalah kompas yang akan membimbing setiap tindakan dan keputusan Anda dalam hal apapun. Termasuk dalam urusan bisnis.
Maka dari itu, penting untuk memelihara nilai-nilai kebaikan dan integritas untuk menghadapi situasi sulit. Dengan begitu, Anda bisa menyelaraskan setiap tindakan dengan nilai-nilai tersebut. Bahkan ketika dihadapkan pada pilihan yang benar dan yang mudah, Anda akan tetap memilih pilihan yang benar.
5. Contribution: Menemukan Arti dan Tujuan
Memiliki arti dan tujuan hidup akan memperkuat resiliensi dan memberikan arah saat menghadapi masa-masa sulit.
Pasalnya, Anda menjadi sadar bahwa apa yang Anda lakukan adalah sesuatu yang berharga dan bermakna bagi orang-orang di sekitar Anda.
6. Coping: Mengembangkan Strategi Bertahan
Coping mechanism juga merupakan upaya mengembangkan resiliensi. Ini memungkinkan Anda untuk meregulasi dengan efektif sehingga Anda paham betul apa-apa saja yang bisa mendorong kesejahteraan emosional dan kekuatan mental Anda.
Apakah itu dengan berolahraga, meditasi mindfulness, menulis jurnal, terlibat dalam komunitas, atau hal-hal lain yang memberikan makna.
7. Control: Memahami Keterbatasan dan Kemampuan Diri
Control artinya mengetahui bahwa ada hal-hal yang terjadi di luar kontrol Anda sebagai manusia. Pun ada pula hal-hal yang berada dalam kendali Anda. Dengan memahami konsep keterbatasan dan kemampuan ini, Anda akan mengenali apa saja yang bisa Anda kontrol dan melepaskan apa yang tidak bisa kamu ubah.
Ini sangat penting dimiliki agar Anda bisa mampu mengarahkan energi dan sumber daya dimiliki untuk menemukan solusi.
Nah, sampai sini dulu ya informasi seputar resiliensi. Rupanya resiliensi adalah salah faktor penting yang harus dikembangkan para pebisnis dalam mengembangkan usahanya.
Kalau saat ini Anda juga ingin mengembangkan usaha yang potensial, Anda bisa bergabung menjadi mitra Doyan Ayam dan membuka gerai ayam geprek milik Anda sendiri. Cek penawaran dan informasi selengkapnya di sini!
Baca juga:
Boomers dan Millennials Merapat! Ini Cara Jitu Menghadapi Karyawan Gen Z
Peran Team Leader dalam Mengarahkan Sukses Tim
Performance Management, Teknik Jitu Optimalkan Kinerja Karyawan











