Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan jadi momen spesial bagi banyak orang dan pelaku bisnis, terutama bisnis kuliner. Namun, kenaikan dan lonjakan permintaan selama bulan Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal manajemen persediaan.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi yang tepat agar untuk memastikan kelancaran operasional dan menjaga kepuasan pelanggan, agar bisnis Anda siap menghadapi kenaikan permintaan dan tetap berjalan lancar.
Strategi Manajemen Persediaan Selama Bulan Ramadan
1. Analisis Pola Permintaan Bantu Manajemen Persediaan Lebih Mudah
Untuk mengelola persediaan dengan baik, penting untuk melihat pola permintaan tahun sebelumnya. Lakukan analisis data penjualan dari tahun-tahun sebelumnya untuk memprediksi permintaan selama bulan Ramadan.
Dengan memperhatikan tren penjualan produk-produk tertentu yang biasanya meningkat selama bulan puasa, Anda bisa memperkirakan produk apa saja yang akan lebih banyak dibutuhkan selama bulan puasa. Hal ini akan membantu Anda merencanakan pembelian bahan baku dengan lebih tepat.
2. Tentukan Safety Stock
Berdasarkan prediksi permintaan, buatlah perencanaan persediaan yang matang. Tentukan jumlah bahan baku dan produk jadi yang perlu Anda siapkan. Pertimbangkan juga waktu pemesanan dan pengiriman agar persediaan selalu tersedia.
Namun, meskipun begitu, ada baiknya Anda juga menyiapkan safety stock atau persediaan cadangan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga, seperti keterlambatan pasokan atau lonjakan permintaan yang lebih tinggi dari perkiraan.
3. Kolaborasi dan Jalin Hubungan Baik dengan Pemasok yang Tepat
Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan pemasok sangat penting, terutama saat Ramadan. Pastikan Anda memiliki pemasok yang bisa diandalkan dan dapat memberikan pasokan tepat waktu. Pastikan juga bahan yang Anda butuhkan tetap terjaga kualitas dan ketersediaannya, meski ada lonjakan permintaan.
Informasikan kepada mereka tentang perkiraan permintaan Anda dan pastikan mereka siap memasok bahan baku tepat waktu.
4. Optimalkan Tempat Penyimpanan Persediaan
Selama Ramadan, lakukan pemantauan persediaan secara berkala untuk memastikan bahwa semua bahan baku dan produk dalam keadaan baik dan siap pakai. Penataan penyimpanan persediaan sangat berpengaruh pada efektivitas manajemen persediaan.
Pastikan Anda memiliki tempat penyimpanan yang cukup dan sesuai untuk menjaga kualitas bahan baku dan produk jadi. Atur penyimpanan dengan rapi untuk menghindari kerusakan.
Hal ini juga dapat membantu Anda mengetahui jika ada produk yang akan habis agar Anda bisa segera melakukan pemesanan produk baru, sehingga memudahkan Anda dalam manajemen persediaan.
5. Bergabung dengan Franchise yang Sudah Teruji

Jika Anda ingin memulai bisnis kuliner dengan manajemen persediaan yang lebih mudah, bergabung dengan franchise bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebagai bagian dari franchise, Anda akan mendapatkan dukungan dalam hal manajemen persediaan, pemilihan bahan baku, serta perencanaan yang matang agar bisa menghadapi lonjakan permintaan selama bulan Ramadan.
Bergabung dengan franchise Doyan Ayam, misalnya. Kalau Anda tertarik bekerja sama, pelajari informasi waralabanya di sini atau hubungi tim kami melalui WhatsApp 0838-3106-5888.
***
Untuk mengelola persediaan produk dengan baik selama bulan Ramadan, ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan. Mulai dari melakukan analisis pola permintaan yang dapat membantu Anda memprediksi kebutuhan persediaan dengan lebih tepat, menetapkan safety stock untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak, menjalin kolaborasi dengan pemasok yang tepat agar bahan baku selalu terjaga dengan lancar, mengoptimalkan tempat penyimpanan persediaan untuk menjaga produk tetap dalam kondisi baik, dan bergabung dengan franchise yang dapat membantu Anda dalam hal manajemen persediaan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, bisnis Anda dapat berjalan lancar, menghindari adanya pemborosan, dan dapat memaksimalkan keuntungan selama bulan Ramadan.













