Perubahan gaya hidup di perkotaan turut membentuk pola makan masyarakat yang semakin dinamis. Mobilitas tinggi, keterbatasan waktu, serta kemudahan akses digital membuat cara orang memilih dan mengonsumsi makanan ikut berubah. Bagi pelaku bisnis kuliner maupun calon franchisee, memahami pola makan masyarakat urban bukan lagi sekadar tambahan wawasan, melainkan kunci untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Dengan memahami kebiasaan konsumen secara lebih mendalam, peluang untuk menciptakan produk yang relevan dan diminati akan jauh lebih besar.
Mengenal Pola Makan Masyarakat Urban Saat Ini
Sebelum menentukan strategi bisnis, penting untuk memahami bagaimana karakter dan kebiasaan makan masyarakat urban saat ini. Berikut beberapa pola yang paling menonjol.
1. Mengutamakan Kepraktisan
Masyarakat urban cenderung memilih makanan yang cepat, mudah diakses, dan tidak memakan banyak waktu. Aktivitas yang padat membuat mereka lebih memilih solusi praktis seperti take away atau delivery dibanding memasak sendiri. Ini membuka peluang besar bagi bisnis dengan sistem operasional yang efisien.
2. Tingginya Ketergantungan pada Layanan Delivery
Platform online food delivery telah menjadi bagian dari gaya hidup. Konsumen tidak lagi sekadar membeli makanan, tetapi juga membeli kemudahan. Brand yang tidak hadir di platform digital berisiko kehilangan segmen pasar yang besar.
3. Fleksibel dan Tidak Terikat Waktu
Jam makan masyarakat urban cenderung tidak teratur. Sarapan bisa terlambat, makan siang mundur, bahkan makan malam bisa terjadi larut. Ini menciptakan peluang untuk bisnis yang tetap relevan di berbagai waktu, termasuk jam non-prime.
4. Mencari Comfort Food
Di tengah rutinitas yang padat, banyak konsumen mencari makanan yang memberikan rasa “nyaman” dan familiar. Menu seperti ayam, nasi, dan sambal menjadi pilihan karena sudah terbukti cocok di lidah dan memberikan kepuasan emosional.
5. Sensitif terhadap Harga, tapi Tetap Ingin Value
Meskipun daya beli di kota cenderung lebih tinggi, konsumen tetap mempertimbangkan harga. Mereka mencari keseimbangan antara harga dan porsi, rasa, serta kualitas. Produk yang dianggap “worth it” akan lebih mudah dipilih dan diulang.
6. Tertarik pada Menu yang Sedang “Trending”
Masyarakat urban cepat merespons tren, terutama yang viral di media sosial. Menu yang sedang naik daun bisa menarik perhatian dalam waktu singkat, meskipun belum tentu bertahan lama.
7. Cenderung Impulsif dalam Membeli
Keputusan membeli makanan seringkali tidak direncanakan. Faktor visual, promo, dan kemudahan akses sangat memengaruhi keputusan secara spontan. Ini menjadi alasan pentingnya tampilan produk dan strategi pemasaran digital.
8. Kombinasi Antara Sehat dan Enak yang Balance
Kesadaran akan makanan sehat meningkat, namun tidak selalu konsisten. Banyak konsumen menerapkan pola “balance”, di mana mereka tetap mengonsumsi makanan favorit sambil sesekali memilih opsi yang lebih sehat.
9. Loyal pada Brand yang Konsisten
Jika sebuah brand berhasil memberikan rasa yang konsisten dan pengalaman yang memuaskan, konsumen urban cenderung akan melakukan repeat order. Konsistensi menjadi salah satu faktor paling krusial dalam membangun bisnis kuliner.
10. Menyukai Menu yang Familiar dengan Versi Upgrade
Alih-alih mencoba sesuatu yang terlalu asing, konsumen urban lebih tertarik pada menu yang sudah dikenal, namun dengan sentuhan berbeda—baik dari segi rasa, penyajian, maupun konsep.
Pada akhirnya, keberhasilan bisnis kuliner di pasar urban bukan hanya soal rasa, tetapi tentang relevansi. Seberapa dekat produk yang ditawarkan dengan kebiasaan dan kebutuhan konsumen akan menentukan seberapa besar peluangnya untuk bertahan dan berkembang.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk terjun ke bisnis kuliner, memilih brand yang sudah memahami pola makan masyarakat urban bisa menjadi langkah awal yang lebih aman. Brand dengan menu yang familiar, harga terjangkau, dan mudah diakses secara online cenderung lebih cepat diterima pasar.
Doyan Ayam hadir dengan menghadirkan menu yang dekat dengan selera masyarakat Indonesia, mudah dijalankan, dan relevan dengan gaya hidup urban saat ini. Ini bisa menjadi salah satu opsi menarik bagi Anda yang ingin memulai bisnis kuliner dengan peluang yang lebih terarah. Klik di sini untuk mempelajari peluang franchise Doyan Ayam.
Baca Juga:
Apa Itu Comfort Food? Rahasia Makanan yang Bikin Hati Hangat
Alasan Orang Setia pada Brand Makanan: Kunci Mempertahankan Pelanggan Loyal











